Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Wednesday, October 31, 2012

eskalator

0 comments

ESCALATOR


 


11.1. Pengenalan Peralatan

            Secara umum peralatan escalator terdiri atas :

  1. Rangka struktur (frame)
  2. Rel (rail)
  3. Rantai dan roda gigi (chain & gear)
  4. Anak tangga (step)
  5. Dinding penyangga rel tangan (balustrade)
  6. Pegangan tangan (hand rail)
  7. Lantai pijak (landing plates)
  8. Lantai bergerigi (combplates)
  9. Ruang mesin
  10. Pencahayaan (lighting)
  11. Unit penggerak (drive unit)
  12. Peralatan listrik (electrical parts)

11.1.1. Rangka Struktur (frame)

            Ada dua jenis rangka struktur, yaitu :
  1. Rangka struktur dengan menggunakan solid H beam
  2. Rangka struktur dengan pemasangan konstruksi besi siku

a.     Rangka struktur dengan menggunakan solid H – beam

Pada umumnya rangka struktur dibagi atas tiga bagian :
  1. Rangka atas (upper frame)
  2. Rangka tengah (middle frame)
  3. Rangka bawah (lower frame)
Ketiga bagian rangka tersebut dirakit dilokasi pemasangan dengan menggunakan baut khusus (punch bolt).
Keuntungan dari penggunaan rangka struktur dengan solid H beam adalah :
  1. Memudahkan transportasi (bisa dimasukkan kedalam kontainer)
  2. Memudahkan pengaturan jalan masuk ke lokasi pemasangan
  3. Lebih mudah untuk dipindahkan setelah unit dipsang.
      Sedangkan kerugiannya :
  1. Lebih berat dari rangka struktur konstruksi besi siku
  2. Untuk pemasangannya diperlukan tenaga terampil.

b.    Rangka struktur dengan pemasangan konstruksi besi siku
      Berbeda dengan escalator yang menggunakan rangka solid H beam, rangka jenis ini dikirim ke lokasi pemasangan dalam satu kesatuan yang talah dirakit lebih dahulu dipabrik pembuat.
      Keuntungan dari penggunaan rangka konstruksi besi siku adalah :
  1. Lebih ringan dibandingkan rangka solid H beam.
  2. Lebih cepat didalam pemasangannya
      Kerugiannya adalah :
  1. Memerlukan transportasi khusus, terutama untuk unit – unit yang panjang/tinggi.
  2. Jalan masuk kelokasi pemasangan perlu dipersiapkan dari awal saat pelaksanaan pekerjaan.
  3. Setelah dipasang agak sulit dipindahkan.

                        Rel (rail)
            Rel berfungsi untuk mengarahklan gerakan luncuran roda rantai penggerak anak tangga (step chain roller) dan roda anak tangga(step roller). Rel harus dipasang dan disetel dengan benar agar gerakan roda anak tangga dan roda rantai penggerak anak tangga halus dan lurus, didalam pengoperasiannya rel ini harus diberi pelumas, material untuk rel ini umumnya besi siku.

11.1.3. Rantai dan roda gigi (chain and gear)
            Rantai dan roda gigi merupakan peralatan penggerak anak tangga dan pegangan tangan.
            Ada beberapa jenis rantai :
  1. Rantai penggerak utama (driving chain)
  2. Rantai penggerak anak tangga (step chain)
  3. Rantai penggerak pegangan tangan (hand rail driving chain)

Ada beberapa janis roda gigi :
  1. poros roda gigi atas (upper terminal gear)
  2. Poros roda gigi bawah (lower terminal gear)

11.1.4. Anak Tangga (step)

            Anak tangga merupakan tempat pijakan dari penumpang escalator dan bagian permukaannya harus selalu dalam keadaan horizontal pada saat membawa penumpang. Adapaun material yang digunakan harus terbuat dari bahan – bahan yang tidak mudah terbakar seperti aluminium, stainless steel dan besi cor.
            Untuk memudahkan penumpang dalam membedakan satu anak tangga dengan anak tangga yang lain harus diberi warna kuning. Ukuran dari anak tangga ini pada umumnya :
  1. 600 mm, untuk satu orang per anak tangga.
  2. 800 mm, (permintaan khusus)
  3. 1000 mm, untuk dua orang per anak tangga.

11.1.5. Dinding Penyangga Rel Tangan (balustrade)

            Yang dimaksud dengan balustrade adalah dinding kiri dan kanan dari escalator. Dasar dinding yang berdekatan dengan tangga biasanya terbuat dari kaca yang ditemper dengan ketebalan 10 mm (tempered glass balustrade), dapat juga mengguanakan stainless steel balustrade. Stainless steel balustrade dipakai untuk escalator yang dipasang pada stasiun kereta, bandar udara atau tempat lain yang sejenis, dimana banyak kemungkinan balustrade tersebut terkena benturan dari luar.



11.1.6. Pegangan Tangan (handrail)

            Dinding penyangga (balustrade) kiri dan kanan harus dilengkapi dengan rel penyangga tangan (handrail) yang dapat bergerak kontinu dan bersamaan arah dengan gerak tangga saat berjalan. Kecepatannya harus sama dengan kecepatan tangga saat berjalan.
            Pegangan tangan berfungsi untuk membantu penumpang pada saat melangkah masuk atau keluar dari anak tangga, agar penumpang tidak jatuh atau terseret. Material yang dipergunakan untuk pegangan tangan ini adalah karet khusus (hypalon) dengan yang tahan panas, dimana panas tersebut sebagai akibat – gesekan – gesekan, baik yang disebabkan oleh mekanisme penggerak ataupun oleh gesekan antara handrail dengan frame handrail (aluminium).


Untuk mekanisme handrail ini juga dilengkapi dengan switch pengaman terhadap benda – benda asing yang terjepit. Pada handrail (1 unit escalator terdapat 2 handrail) kelilingnya harus tersambung secara sempurna, artinya tidak boleh ada sambungan yang dapat menyebabkan macet akibat toleransi dengan handrail yang kecil dan pemuaian akibat panas (sifat zat apabila terkena panas akan memuai). Untuk itu diperlukan toleransi kurang lebih 2 mm, dengan sisi – sisi sampingnya. Panas yang timbul akibat gesekan adalah antara 400 – 450 C (merupakan panas maksimum untuk kondisi ruangan tanpa AC).
Mekanisme handrail ini menggunakan penggerak utama berasal dari rol – rol step yang digerakkan oleh rantai dan ditekan pula dengan rol – rol khusus yang menekan handrail sehingga akibat tekanan tersebut dan adanya putaran dari rol – rol tersebut menyebabkan handrail dapat bergerak.
            Dalam 1 unit escalator terdiri dari 4 unit rol (2 unit untuk menekan dan menggerakkan bagian atas dan 2 unit bagian bawah), penggerak handrail dan masing – masing terdiri dari 4 rol. Bahan rol tersebut adalah besi cor dan dibagian permukaannya dilapisi oleh karet tahan panas.

11.1.7. Lantai pijak (Landing Plates)

            Lantai pijak penting ditempatkan pada bagian masuk dan keluar escalator dikedua ujung escalator. Lantai selain berfungsi untuk tempat pijakan masuk dan keluar juga berfungsi sebagai penutup bagian mekanis escalator. Oleh karena itu harus dapat dibuka atau diangkat untuk memudahkan perbaikan escalator. Lantai ini harus dibuat dari material yang tahan api dan mampu memberikan kemantapan saat berpijak.

11.1.8. Lantai Bergerigi (combplates)

            Selain lantai pijak yang menutup ruang – ruang mesin maupun ruang mekanis escalator, ada lagi lantai spesifik yang melengkapi escalator yaitu lantai pijak yang mempunyai alur – alur bergerigi di ujungnya. Lantai ini fungsinya sebagai lantai pendarat bagi penumpang escalator dan alur – alur geriginya berfungsi untuk menyisir kotoran yang ada pada tangga (yang juga beralur).
            Gigi pada combplates harus mempunyai kesejajaran dengan alur – alur pada tangga dan ujungnya tidak boleh sampai mengenai alur – alur dalam ditangga tersebut. Bagian yang begerigi harus dapat dipisahkan dengan bagian utama lantai sehingga jika gigi – gigi tersebut patah akan mudah untuk menggantinya. Jarak antara ujung gigi dengan alur dalam ditangga dan jarak antara akar gigi dengan bagian atas dari alur ditangga harus berada diantara 2,5 mm sampai 4 mm

11.1.9. Ruang Mesin

            Ruang mesin harus mempunyai kelonggaran yang cukup untuk seseorang melakukan perbaikan atau perawatan bagian – bagian mekanis dari penggerak escalator. Ventilasi yang tersedia harus cukup agar panas radiasi dari mesin dapat segera keluar.
            Pencahayaan juga harus ada pada ruang mesin, lampu – lampunya harus dilindungi agar tidak mudah pecah terkena alat – alat atau gerak – gerak mekanis komponen mesin. Pintu – pintu untuk perawatan dan perbaikan harus mempunyai kunci yang hanya dapat dibuka oleh orang yang berkepentingan saja sehingga tidak sembarang orang dapat membukanya.

11.1.10. Pencahayaan (lighting)

            Jaringan listrik untuk pencahayaan pada daerah yang dekat dengan kaki, pencahayaan pada dinding balustrade, dan pencahayaan pada ruang mesin harus terpisah dari jaringan listrik untuk motor penggerak sehingga jika terjadi kegagalan pada motor atau komponen lainnya, lampu – lampu yang menerangi escalator akan tetap menyala.
11.1.11. Unit Penggerak (drive unit)

            Unit penggerak terdiri dari :
    1. motor penggerak (motor induksi)
    2. Reduction gear box
    3. Rem magnet (magnetic brake)
            Motor penggerak adalah motor induksi 3 phasa dengan arus bolak – balik, frekuensi 50 Hz, dapat terhubung bintang atau delta, dengan star-delta starting ataupun direct on line starting. Putaran dari motor penggerak ini kemudian diturunkan oleh reduction gear box, sehingga didapat kecepatan linear kurang lebih 30 meter permenit. Untuk menahan gerakan anak tangga pada saat motor terhenti, ataupun pada saat suplay daya terputus dipasang rem magnet.



11.2. Pemilihan Escalator

            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemesanan :
  1. Ketinggian dari lantai – kelantai (riser)
Setiap escalator dibuat berdasarkan ketinggian dari lantai kelantai dimana escalator tersebut akan dipasang. Kesalahan menentukan ketinggian dari lantai ke lantai akan mengakibatkan perbedaan permukaan escalator dan lantai terakhir
  1. Jumlah kapasitas
Berdasarkan kapasitas / kemampuan yang dipilih kemudian ditentukan jumlah dari escalator yang akan dipasang perlantai baik untuk arah naik maupun untuk arah turun.
  1. Konfigurasi pemasangan
Ada dua jenis konfigurasi
1. Sejajar / paralel
2. Silang (crossing)
Konfigurasi silang merupakan pilihan terbaik untuk kelancaran arus penumang, namun bila diinginkan penumpang untuk berkeliling terlebih dahulu seperti halnya pada pusat perbelanjaan, departemen store maka konfigurasi sejajar merupakan pilihan yang terbaik.
  1. Jenis balustrade
Untuk escalator dengan kondisi operasi urban traffic, hendaknya dipilih panelled stainless balustrade, sedangkan untuk penggunaan pada pusat perbelanjaan dan sejenis lebih cocok dipakai jenis transparant glass balustrade. Bila penerangan disekeliling tidak mencukupi atau bila diinginkan oleh desainer interior dapat dipilih transparantbalustrade dengan lampu penerangan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pemasangan escalator :
  1. Reaksi dan jarak tumpuan (reaction and support spacing)
Berdasarkan jarak dari lantai kelantai yang telah ditentukan dan juga berdasarkan sudut (30/35 derajat), maka dapat ditentukan support spacing yang dibutuhkan agar escalator tersebut dapat terpasang, toleransi umunya berkisar antara 20 mm sampai 40 mm. Kita tidak perlu menghitung karena brosur umumnya telah disediakan tabel dari support spacing ini, beserta keterangan reaksi yang harus dipikul oleh struktur penunjangnya.

  1. Pit (sumuran)
Untuk escalator pada lokasi paling bawah diperlukan pit (sumuran), dimensi untuk pit ini (kedalaman, lebar dan panjang) harus dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kedap air (water proof).
  1. Ruang antara (clearence)
Ruang antara yang dibutuhkan adalah minimum 2200 mm dihitung dari level anak tangga, sepanjang perjalanan dari anak tangga.

11.3. Perawatan Escalator

            Kita bicara mengenai suatu arti dari suatu perawatan escalator “true value maintenance”. Dalam perawatan escalator berarti kita melakukan suatu penghematan karena memperpanjang umur dari peralatan tersebut, jika :
-          Dilakukan oleh ahlinya
-          Menggunakan peralatan (tools) yang cocok
-          Memakai suku cadang yang tepat dan asli (correct genuine parts)
-          Dilaksanakan secara sistematis
Berdasarkan pengalaman, maka biaya perawatan escalator adalah :
  1. Kurang lebih 3 % dari harga barang pertahun untuk sistem menyeluruh / terpadu (full maintenance)
  2. Kurang lebih 2 % dari harga barang pertahun untuk sekadar oiling and greasing (OG- Maintenance)
            Umur rata – rata escalator yang wajar, jika dirawat secara teratur, sistematis periodik, dapat mencapai labih dari 40 tahun. Setelah berumur 30 sampai 40 tahun terserah kepada pemiliknya atau pengelola gedung.
            Escalator yang tidak dirawat akan rusak dalam waktu kurang lebih 5 – 6 tahun. Bila dirawat sekedarnya akan rusak pada umur 8 – 10 tahun. Sebagai contoh perbandingan biaya perawatan escalator setelah 40 tahun, dengan perawatan sama dengan 40 x 3 % = 120 % dari harga – harga awal. Sdangkan tanpa perawatan akan mengalami 4 atau 5 kali ganti baru atau 3 kali lipat lebih mahal.

11.3.1. Sistem Perawatan

            Ada dua cara berlangganan pemeliharaan escalator yang pada umumnya dilaksanakan oleh agen pemegang merk dagang, yaitu :
A.    Full or Comprehensive Maintenance (OM)
Sistem perawatan terpadu meliputi :
1.    Pemeriksaan berkala (periodic check up)
2.    Pelumasan (lubrication)
3.    Penyetelan kembali (re-adjustment)
4.    Penggantian part (replacement)
5.    Reparasi, kecuali jika ada kerusakan tidak wajar (repair)
6.    Test tahunan (annual test)
7.    Pelayanan macet (call back service)
B.    Oil and Grease (OG), meliputi :
1.    Pemeriksaan berkala
2.    Pelumasan
3.    Penyetelan sekedarnya (minor adjustment)
Sedangkan point no 4 – 7 atas dasar laporan/ pesanan terpisah, dan persetujuan tersendiri antara pelaksana dan pemilik atau pengelola gedung.
Keuntungan dan kerugian antara dua sistem
      Atas dasar pengalaman maka sistem OM (full Maintenance) mempunyai banyak keuntungan dan secara total pada akhirnya lebih menguntungkan dibandingkan sistem OG.

Daftar perbandingan :
FULL MAINTENANCE (OM)
OIL AND GREASE (OG)
1.  Anggaran biaya tidak berubah tiap – tiap tahun dapat dianggarkan.
1. Biaya naik – turun tergantung repair dan part – part yang diganti.
2. Tidak perlu negosiasi atas suatu kerusakan
2. Atas dasar laporan kerusakan dan persetujuan.
3. Biaya mahal pada awalnya tetapi secara keseluruhan setelah + 10 tahun menjadi lebih murah, seterusnya lebih ekonomis.
3. Biaya murah pada awalnya karena escalator baru belum ada keausan atau kerewelan
4. Beban moral pemilik terhadap penyewa gedung berkurang jika terjadi kecelakaan
4. Manajemen gedung bertanggung jawab atas kecelakaan penumpang akibat kelalaian keterlambatan mengganti part

11.3.2. Prosedur Pelaksanaan

            Escalator dibagi atas dua macam golongan komponen :

1.     komponen utama yang senantiasa bekerja selama operasi memerlukan perawatan rata – rata 80 jam setahun.
a.    Traction machine termsuk motor dan brake
b.    Controller, tombol – tombol dan travelling cables fixtures
c.    - Rantai penarik (traction / chain) dan sproket
      - Rantai pembawa step
d.   Governor dan tripping switch
e.   Step roller and step track
f.   Hand rails dan lain – lain

2.  Komponen sampingan yang kurang / tidak berfungsi atau hanya berfungsi jika terjadi bahaya / emergency, memerlukan perawatan rata – rata 30 jam / tahun.
a. Step
b. Balustrade
c. Safety device
d. Indle – sheave
e. Landing step dan decking
masing – masing komponen mendapat giliran pemeriksaan / perawatan sesuai jadwalnya sehingga tidak ada yang terlupakan mulai dari peralatan pit terbawah sampai ujung atas kamar mesin.








0 comments:

refban